Info Terupdate - Pemerintah hingga kali ini masih menganjurkan dan menerapkan rapid test untuk deteksi dini virus corona. Bahkan teranyar, BUMN Bio Farma mulai memproduksi alat diagnostik rapid test dalam jumlah besar. Sejak 20 Mei, mereka memulai produksi rapid test kit hingga 200 ribu per bulan. Jumlah itu akan terus ditingkatkan. Padahal, saat ini Indonesia sudah mempunyai 200 lebih lab untuk pemeriksaan sampel melalui PCR yang tentu akurasinya jauh lebih baik dari rapid test. PokerOnline Anggota tim komunikasi publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, menjelaskan ada tiga alasan kenapa rapid test masih perlu dilakukan. Tiga alasan itu adalah populasi yang sangat besar, lab yang belum merata di daerah, serta deteksi dini dan penghematan biaya. Namun, dalam beberapa kesempatan, banyak pihak yang menemukan hasil negatif palsu dari rapid test. Banyak kejadian, mereka yang ketika rapid test negatif corona, tetapi ketika diswab hasilnya positif. Contoh ...
Selamat Membaca :)